Selasa, 22 November 2016

Mat 8 - Sate 23 Nov 16

Pembacaan : Matius 8 

Rhema : Matius 8:10, 26 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. 

Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 

Pesan : Mempunyai iman, jangan takut dan percaya 

Janji: Matius 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." 

Dua macam dasar dan berbuah - Sate 22 Nov 16


Dua macam dasar dan berbuah (Mat 7:15-29)

Matius 7 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 

24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 

Janji : Setiap org yg melakukan kehendak Bapa akan masuk kerajaan Surga (mat 7:21) 

Pesan : mendengar, melakukan, berpegang teguh pada perkataan Tuhan serta berbuah. 

Minggu, 20 November 2016

Jalan yang Benar - Sate 21 Nov 2016

Jalan yang Benar
Matius 7:12-14

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; 
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." 

Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."  
(Amsal 14:12).  

Janji : 
Akulah pintu;  barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput." (Yohanes 10:9).  

Pesan : tetap berpegang pada iman walau jalan yg ditempuh sempit dan sesak Bila kita sudah ada di dalam Kristus kita adalah ciptaan baru, 

karena itu jangan kembali kepada kehidupan yang lama.  Dosa harus kita tinggalkan, dan itu harus kita wujudkan dalam perbuatan nyata setiap hari sebab perbuatan kita adalah refleksi iman kita.  Iman akan tampak apabila ada perbuatan. 

Selasa, 19 April 2016

Melayani Dengan Kerendahan Hati dan Penyangkalan Diri

Renungan Kristen

Melayani Dengan Kerendahan Hati dan Penyangkalan Diri

Yohanes 13:4~5 <Lalu bangunlah Yesus & menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan & mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dlm sebuah basi, & mulai membasuh kaki murid2Nya lalu menyekanya dgn kain yg terikat pada pinggang-Nya itu.>

Setiap umat Kristiani mengenal kata "pelayanan", namun tidak berarti mengerti apa itu melayani walaupun sebenarnya kita harus menyadari betapa pentingnya "pelayanan" itu.

Para pelaku dalam dunia bisnis malah lebih sering melihat arti strategis dari "pelayanan", sebab itu di dunia bisnis lahir istilah-istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita spt "Customer Care", "Service Center", "After Sales Service", service telah menjadi kunci sukses di dunia bisnis.

Namun ada satu perbedaan mendasar antara pelayanan di dunia bisnis & di gereja, di dunia bisnis, pelanggan akan dianggap raja, ia akan dilayani sebaik mungkin selama ia masih bisa diharapkan dan memberi manfaat. Kalau sudah tidak memberi manfaat maka jangan harap untuk mendapatkan pelayanan dengan baik, perusahaan akan lebih memperhatikan mereka yang menguntungkan dari yang tidak memberi keuntungan.

Dalam ajaran Kristiani, melayani berarti memposisikan diri lebih rendah dari yang dilayani, untuk itulah perlu kerendahan hati & penyangkalan diri, tidak peduli apakah orang yang kita layani memberi keuntungan kepada kita atau  tidak , justru melayani itu perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan materi.
Yesus berkata, "Sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"

Dalam paradigma Yesus, pelayanan sama sekali tidak merendahkan martabat, sebaliknya justru di situlah kehormatan seseorg itu terletak, sebab apa yang lebih mulia daripada "kerendahan hati"  dan apa yang lebih luhur ketimbang "penyangkalan diri" ?

Ketika seseorang mampu membuktikan kemampuannya melayani orang lain, ia membuktikan bahwa ia mampu mengalahkan dirinya sendiri.
Orang yang melayani Tuhan harus mau menyangkal diri agar nama Tuhan saja yang dimuliakan senantiasa.  
(Baca juga Matius 16:24 & 20:28; Yohanes 3:30 & 13:15)
Tuhan Yesus memberkati.